Choice, Pilihan A dan B

berdiri di antara pilihan membuat saya selalu terjaga di tengah malam. memikirkan apa yang sedang saya pikirkan. memang terdengar sangat konyol, dan meyakinkan apa yang akan saya pilih. ini bukan hal sepele seperti ibu-ibu memilih sayur segar. atau remaja memilih pewarna kuku mereka. ini tentang MASA DEPAN.

entahlah masa depan itu akan ada atau tidak sigh

pilihan inilah yang membuat hampir seluruh konsentrasiku buyar. makin banyak bertemu dengan pasang mata, makin banyak pula argument yang mereka utarakan. tapi entahlah atas dasar apa mereka mengutarakan argument tersebut.

sejak SD saya mulai menulis cerita pendek yang memang tidak pernah di publikasikan. Ayah saya, satu-satunya orang yang berani mencoret-coret karangan saya. membulati dan menggaris bawahi setiap kata atau kalimat dalam tulisan tersebut. sejak itu saya merasa Ayah mendukung saya penuh dalam bakat ini.

kegemaran menulis itu terhenti beberapa waktu. seakan imajinasi saya berimigran ke otak orang lain dan entah kapan akan mudik ke otak saya. namun kini saya mulai kembali berimajinasi. menatap keluar jendela mobil, mendengarkan lagu bahkan menangis seorang diri.

namun saya berpaling, dan mencintai hal lain. menggambar. ya, sejak kecil saya memang sudah menggeluti hal ini. walaupun tak sebagus Yossi. anak kelas sebelah yang sudah merangkumkan komiknya sigh.

dan saya lagi-lagi berhenti di tengah jalan. kegiatan menulis masih saya lakukan, walau tak seaktif dulu. sayangnya menggambar sudah saya tinggalkan sejak SMP. dan saya tak ingat apa yang menyebabkan saya berhenti menggambar.

dalam mata pelajaran, YIP! saya tak menonjol di bidang apapun. khususnya di SMA. sejak masuk bangku SMA prestasi saya biasa aja, berbeda seperti di SD hingga SMP. semuanya baik, bahkan bagus sekali. dan di SMA saya selalu berada di tengah-tengah. tak berada di puncak ataupun di bawah.

saya hanya menekuni apa yang saya suka dan meninggalkan apa yang saya benci

namun akhirnya, di posisi saat ini. semua yang saya benci harus menjadi teman baik saya. mereka yang akan membantu saya menuju jalan masa depan.

namun entahlah, masa depan mana yang akan saya pilih.

saya selalu termenung, akan jadi apa nanti saya di 5 tahun kedepan? bergunakah atau tidak?

semua akan bermula di sini dan berakhir di sini pula bila saya tidak memegang pilihan yang tepat. argument mereka kembali membutakan pilihan saya.

saya, Novita Distianni Latenia ingin menjadi seorang arsitek. namun mereka menginginkan saya menjadi dokter, dubes dan hal-hal lain yang entah dari mana mereka mencetuskan argument itu.

naas.

Leave a comment

Filed under Diary, Mencoba Menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s