I don’t know what will happen without… you all

I don’t know what will happen without… you all

Mungkin mereka, yang namanya aku sebut di postingan kali ini adalah beberapa orang terbaik yang pernah aku punya. Beberapa orang yang ada di sini, di hati aku. Yang tiap jam, menitnya selalu aku ingat namanya. Dan selalu ingat apa yang sudah kita lakukan bersama. Aku nggak akan pernah tahu, apa yang bakal terjadi tanpa mereka. Selama ini, mungkin mereka yang menjadi ‘pundak’ untuk aku saat menangis, ‘jemari’ yang menghapus tangisku, ‘senyum’ di setiap waktunya dan ‘tangan’ yang selalu meraihku dan membawaku ke tempat kebahagiaan selalu ada.

Nisha, Sammy, Titi dan Nono. Empat orang. Bukan, sebenarnya empat puluh orang. Dalam SARRAPH. Tapi mungkin mereka yang paling dekat dan paling mengerti.

nono, titi, tabie, sammy

nisha and tabie

Nisha, seorang mutter (Ibu dalam bahasa Jerman), sahabat, kakak yang paling baik. Waktu SMP kita satu sekolah, tapi nggak saling kenal. MOS SMA kita satu bangku buat beberapa hari, dan ternyata satu kelas sampe sekarang (kelas 3 SMA) bahkan sebangku dalam kurun waktu tiga tahun kurang ini. Nisha nerima aku jelek baiknya. Dia, ngedengerin semua yang aku ceritain mau itu penting atau nggak. Mau itu lucu atau nggak. Mommy dan Daddy Nisha juga udah aku angap sebagai Ayah dan Ibu aku. Dia suka banget bicara yang tiba-tiba aja kelewat di otak dia, kayak “Ih, pengen pisang keju. Pengen es Bojong. Pengen ngebakso. Pengen roti bakar.” Lucu. Kadang bikin aku suka ngiler. Atau kata-kata dia yang lucu pakai ekspresi gemes, “Ih, kamu mah be’e. Tabieeee~. Ih.. ih.. ih..” Di ponsel aku, mungkin foto paling banyak itu sama dia. Mulai foto yang cantik banget sampe yang ancur banget. Kalau aku sama Sammy udah ngerengek ke Nisha dia sambil senyum manis suka ngejawab, “Iya, Tabie sayang..” Ahh~ Mutter. Love you so much.

sammy and tabie

Sammy, temen yang nggak tau sejak kapan deketnya. Eh tiba-tiba deket aja. Haha. Di susunan keluarga SARRAPH dia kakak aku. Dulu sempet rebutan siapa kakak dan siapa adiknya. Dan akhirnya dia pasrah harus jadi kakak yang lebih tua beberapa detik. Kita deket banget. Suka nangis bareng. Istilahnya, ada Sammy ada Tabie. Dia, dewasa. Gila bahkan! Suka tiba-tiba nggak jelas, manyun-manyun, kedip-kedip. Ah, abnormal aja. Kata yang paling dia sering bilang itu, “Nih, yaaa.” Atau, “Dengerin, ih!” Cara dia manggil aku juga beda, selalu keinget suara dia teriak “TABEEEEE!” Hahaha. Mungkin aku bakal kangen teriakan itu. Aku, Sammy sama Nisha mungkin gak terlalu fasih berbahasa Sunda. Bahkan kita bertiga suka dikerjain gara-gara nggak tau artinya. Makanya kita suka namain diri kita sebagai keluarga Bule. Sammy juga partner gila aku di video fanmade SM*SH. Dan bareng dia juga aku ngersain cenat-cenut ketemu SM*SH. Dan, mungkin yang nggak akan pernah aku lupain. Berkat dia, aku ngedapetin ‘Hello’ pertama dari Bisma Karisma, plus folback yang nggak pernah kita minta. Dan tiba-tiba aja Ka Bisma udah ada di Followers kita. Nggak tahu harus gimana cara terima kasihnya. Sammy, Mumum, Munding, Semay, Somay, Samson.. I love you..

nono and tabie

Nono. Gila! Nggak tau harus bicara apa tentang anak ini. Anak yang gak bisa dipisahin dengan seorang Adisti. Nono, banyak banget yang udah dia lakuin buat aku. Mulai dari hal kecil sampai hal besar yang nggak pernah aku duga. Dia suka masang wajah galak di depan aku, tapi beberapa detik kemudian langsung ketawa. Dia, pendengar yang baik. Suka ketawa walau apa yang aku bilang nggak lucu. Mungkin dia sama Adisti (Titi) yang paling banyak ngasih nama panggilan ke aku. Nggak tau berapa jumlahnya. Banyak banget. Sampe kita suka bikin lagu plesetan tentang aku, atau anak kelas. Seorang Nono, yang kalau ulangan selalu duduk di belakang aku. Yang selalu setia ngangkat kepala kalau aku minta jawaban #plak. Yang selalu meng-iya-kan apa yang aku katakan padahal bisa aja dia jawab nggak. Dia yang ngerekam video gila aku sama Sammy. Sayangnya dia nggak bisa ikut pas ketemuan sama SM*SH. Sumpahnya, aku sedih. Maafin aku sama Sammy ya, No.. Kata Nono, aku salah satu orang yang dengan benar menyebut namanya, Retno. Waktu aku ulang tahun, dia ngucapin pakai bahasa Jawa yang sumpahnya, nggak tau apa artinya. Dan katanya dia bela-belain belajar bahasa Jawa seminggu atau beberapa harilah sebelum ulang tahun aku. Noooooo, thanks buat semuanya. Nono berarti buat aku. Love you..

tabie and titi

Orang terakhir yang bakal aku ceritain disini, Adisti. Si Titi. Haha, soulmate dari Nono. Dari kelas satu suka bareng berdua sama Nono bahkan sampai sekarang. Anak ini sama GILAnya. Bahkan suka lemot. Lemotnya bikin esmosi. Tapi bikin ketawa. Dia suka mukul, nyubit, ngeremes pipi nggak jelas alasannya. Dia suka banget gangguin aku sama Sammy. Terus aku Sammy tinggal ngerengek ke Mutter, dan alhasil Titi yang dimarahin sama Mutter. Wleee :p Di postingan yang dulu-dulu, aku pernah postingan 20 lilin yang Titi sama Nono kasih buat aku. Sumpah, terharu. Lilin itu ada di kamar aku, dan bakal aku simpen terus. Titi juga orang dibalik moment 06.12, dimana Ka Bisma Karisma telepon aku. Aku nggak tahu, Titi itu terbuat dari apa hatinya. Baiknya minta ampun. Dan aku baru tahu kemarin-kemarin (4-Februari-11) ternyata dibalik tweet special Ka Bisma Karisma yang ke-8888 buat aku, adalah kerjaan anak ini juga. Aku nangis, terharu. Nggak tahu harus ngomong apa. Udah tiga bulan lebih, dia nggak bilang sama aku kalau dia yang minta hal itu ke Ka Bisma. Makin, makin dipertanyain. Kenapa anak ini baik banget sama aku. Ya Allah.. Ti, aku nggak tau kalau nggak ada kamu aku bakal kayak sekarang atau nggak? Thanks juga buat panggilan-panggilan aneh kamu ke aku selama ini. Ti, Titi pasti tau kalau aku sayang banget sama kamu..

Dan mungkin Allah udah ngasih orang yang tepat buat aku. Nggak pernah ada yang salah dengan rencana Allah. Dia memberikan mereka untuk aku, untuk ngebuat aku seperti sekarang. Hey, tetaplah menjadi kalian. Jangan pernah berubah walau aku tahu, perpisahan itu pasti ada. Dan itu semakin dekat. Makasih, makasih udah mau menjadi teman-teman terbaik buat aku. Makasih, buat setiap tetes air mata, tiap gelak tawa dan tiap senyum yang kalian kasih ke aku. Selalu diinget!

 

Tasikmalaya, 9 February 2011 21.24

10 Comments

Filed under Diary, Music

10 responses to “I don’t know what will happen without… you all

  1. diindaa

    duuhh… kakak enak bgt dehhh punya sahabat yg baiikkk bgt gituu!!!!
    jadi sedih deh denger cerita” kakak..
    semangat yah kak🙂

    hehehe… salam kenal lg dehh🙂

  2. diindaa

    hehehe… iyaa kak🙂
    senang dan banggaaaa bgt deh punya sahabat yg super kyk mereka… amin semoga sahabat sy juga kyk gituu..
    hehe..

  3. Gita

    Ass,,
    Sebelumnya, salam kenal ia ka..🙂

    Kaka beruntung bngt pny shbt2 yg baik..
    Aku dah 2 kali di bohongin sm shbt aku sndr..😥
    Trus, ujung2nya kt berantem.. Malah sampe skrng kt blm baikan..😥

    Semoga shbt2ku nanti, saat SMA, bs sebaik shbt2 kaka..🙂 Amieenn..

    Oia ka, aku blh minta alamat fb sm tweet kaka ngga?

    Thanks,

    • Walaikumsalam🙂
      Salam kenal juga ya..
      Alhamdulillah, berarti banget mereka buat aku.
      Ya semoga km jg bisa nemuin sahabat baik km ya.

      FB sama twitter ada di contact me.

  4. Amanda Fani

    aaaaaaaah! itu serius ditelfon bisma?
    demi apapun aku mau banget tuhaaaaaaaaan😦

  5. Amanda Fani

    gimana caranya kali -____- .
    kamu pake bb? aku minta pin kamu dong. atau follow twitter aku yah, @mandaafn . ntar aku follback. makasih yah

  6. Amanda Fani

    jangan lupa yah follow twitter aku. ntar aku folllowback. aku jg minta pin kamu yah. @mandaafn .okeoke makasih bget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s