Untold Story

Morning glory Sunday!😀

Quality time sama sahabat nggak selalu harus face to face. Like we (me and Sam) did couple days ago.. Nggak sengaja ngebahas tentang seseorang di masa lalu. It’s been really a long time. 2010! Hahaha. Dan cerita ini belum pernah aku share dengan siapapun kecuali sahabat aku. Dan mungkin ini saatnya untuk berbagi dengan yang lain.

Dia.. sebentar. Mau senyum-senyum nggak jelas dulu :””’)

Seingat aku, dia orang terakhir yang aku deketin pakai niat. Setelah dia, ya ngeceng-ngeceng, seneng-seneng, suka-suka tapi gak pakai pdktin. Dan dia mungkin orang paling beruntung di muka bumi ini. Dia orang terakhir yang aku deketin, so far sampai tahun 2013 ini. Kok sedih banget ya nulisnya. Hahaha..

About 2009 sampai 2010, aku ketemu dia. Ajaib banget orangnya. Aku suka dia karena dia pintar, humble, friendly dan manis mungkin ya. Aku gak akan pernah bosen buat ngeliatin wajah dia diam-diam di sela-sela les. Oh ya, dia satu tempat les sama aku dan Sam. Dia lebih tua dua tahun dari aku, kalau nggak salah :’|

Dia kadang ngegantiin guru les yang tiba-tiba gak bisa ngajar. Jadi, sebenernya dia itu lagi pemantapan buat masuk universitas idaman dia. Dia sempat cuti setahun, dan ngosongin kuliah dia demi masuk universitas yang dia ingin. Pertama kali kagum sama dia karena ini. Dia rela nggak kuliah satu tahun demi masuk ITB atau UGM waktu itu, lupa. Dan di jurusan idaman dia, jadi dia gak mau asal masuk gitu.

Karena sekolah sampe sore banget, dan kalau dilanjut les lagi kehitung capek banget, akhirnya aku sama Sam juga Mutter lebih milih buat konseling malam harinya. Dan, dia ada di sana. Hampir setiap malam. Aku suka curi-curi pandang keluar jendela buat ngeliat dia yang tengah berkutat dengan buku tebalnya. Moment paling deg-degannya kalau mata kita beradu, terus dengan polosnya aku buang muka ke papan tulis lagi.

Pernah beberapa kali, dia berdiri di depan kelas gantiin guru lesnya. Ini sih namanya gak konsen. Aku merhatiin punggung dia setiap dia berbalik untuk nulis di papan tulis. Sebentar, mau jedukin kepala ke meja dulu ya. BUK BUK BUK!

Itu nggak seberapa, naluri stalker aku nyuruh untuk kepoin facebook dan twitternya. Ada yang aku temuin saat itu, mungkin yang bisa menguntungkan pdktan aku sama dia. Well, dia suka banget sama kartun jepang yang lucu-lucu imut-imut dengan suara yang tedengar menjijikan itu. Hahaha #abaikan. Guess what yang aku lakuin selanjutnya? Aku beli hampir semua kaset film kartun itu, aku baca online manganya, aku coba hafalin nama-nama karakternya, mencoba menyukai mereka. Buat apa? Biar ada bahasan setiap ketemu dia.

Jujur, ini pertam kalinya aku ngelakuin itu. Bener kan? Niat abis.

Sampai akhirnya dia bentar lagi bakal ulang tahun, April l 2010. Aku dengan senang hati uncag-incig nyari kado buat dia. Dan akhirnya aku memutuskan membuat dua mug lucu ini. Mug dengan karakter favorit dia. Satu dari mereka mendarat di tangan dia, dan satunya aku keep di rumah.

24014_1314794353489_7076938_nHal yang nyenengin akhirnya datang! Aku gak sengaja liat di album foto dia di facebook. Aku lihat mug ini terpajang rapi di rak buku kamarnya! GAWD! Sebentar, mau lap mimisan dulu. Hihihi

Sebenernya hal seneng itu gak berlangsung lama.. Sampai aku tahu dia lagi ngepdktin senior di sekolah aku. STAB banget. Sedih kayak didorong dari menara Eiffel, terus naik lagi, terus didorong lagi. Terus-terusan. Hopeless.

Setelah dia keterima di universitas idamannya, aku mulai mundur selangkah demi selangkah. Dan akhirnya aku lupa sama dia. Tiap dia mungcul di timeline twitter aku, udah gak ada rasanya. Sedih nggak, seneng nggak. Tiap kali pulang ke rumah dan minum pakai mug lucu itu, rasanya hambar. Atuhlaaaah.. dia cowok pertama yang aku pdktin tapi gagal. Pdktinnya pakai niat super. Sebentar, mau nangis dulu sambil ngelap ingus. Hahaha

Sebenernya, inti dari postingan ini bukan tentang dia. Tapi tentang I’ve been alone too long. Tentang terakhir kalinya aku ngedeketin deluan cowok. Kenapa sekarang aku gak berani kaya dulu lagi? Bukan trauma sih, tapi apa ya? Gak nemu kata yang pas. Hahaha..Ini bukan postingan hopeless ya.. Ini sebenernya bikin aku semangat to look forward.

Semangat kuliahnya, A! Semoga dia nggak baca😐 Hahaha..

Fighting!

 

1 Comment

Filed under Diary

One response to “Untold Story

  1. Pingback: The Another Confenssion | DailyBiee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s