Someone From Past

Really glad to found my old diaries. And with full of laugh and smile, I finished read every story I wrote there. Damn! I miss my childhood so much :’)

Sebelum twitter, facebook bahkan blog ini tercipta dan trend di waktunya, buku diary-diary ini isinya lebih frontal dari tweet, status atau post frontal manapun. Semua sebut merk dan sebut nama, nggak ada yang namanya nomention. Bahkan aku sampai beberapa kali tercengang baca tulisan aku disana. Seriously? Aku nulis semua cerita tanpa takut dan tanpa beban.

Sampai akhirnya aku nemu nama-nama yang nggak asing. Nama-nama itu ngelempar aku kembali ke masa lalu. Ke masa merah putih dan biru putih. Masa-masa dimana aku masih kucel, ingusan, cengeng ahhh pokoknya bukan aku banget. Dan nama-nama itu adalah someone from past yang pernah aku suka, kecengin, gebetin. Ah siyal, memalukan pokoknya!

And thanks Mark Zuckerberg for found this amazing friend site, facebook. Disana aku bisa nemuin nama-nama dalam diary aku. Masih ngakak-ngakak dan senyum-senyum sinting, aku kepoin dia kuliah dimana sekarang, pacarnya siapa (well this sounds really crazy, right?), terus mukanya kayak gimana sekarang. Ahhh~ pokoknya facebook bener-bener kayak Nokia. Connecting people abis.

Sebenernya hal paling gila dari cerita ini adalah, mungkin dia nggak pernah tau kalau aku eksis di bumi ini. Aku suka dengan cara diam-diam. But LOL, nggak tahu setan dari mana, aku dengan tanpa rasa takut atau malu ngeadd dia. Sinting! Akhirnya setelah beberapa belas menit ngelamun, notifikasi masuk ke facebook. Kalau dia accept aku sebagai teman di situs itu. Ah udah ini mah, udah. Gila banget hahahaha. Terus sekarang mau ngapain kalau udah temenan? Diajak ngobrol? Nah balik lagi ke hal yang paling gila dari cerita ini, aku nggak tahu kalau sebenernya dia tahu aku eksis di muka bumi ini atau nggak.

Kalau tiba-tiba aku ngechat, “Hai, ini Vita. Masih inget, kan? Kita pernah satu SMP, kelas kita sebelahan terus kamu suka main bola depan kelas aku, oh ya dulu kita tetangga juga.”

Tapi dia jawab, “Sorry, ini vita yang mana?” DIE AJA LU BIE, DIE! Hahahaha

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s