Naik Pelaminan (Part 2)

Halooo! Kangen nggak? Plis, bilang kangen aja yah. Soalnya yang bilang kangen cuman Ayah sama Sycat (yeah, I know cat is not talking).

Tanggal 19 Desember kemarin merupakan hari besar buat aku. Jangan mikir macem-macem gara-gara baca judulnya. Iya, aku naik pelaminan (lagi). Tapi pelaminan orang (lagi). Hm. Udah ya.. Oh ya, bisa baca part 1-nya di sini yaaa..

Kenapa tanggal itu adalah hari besar buat aku? Di post ini aku cerita kalau aku dan Sam diundang ke acara lamarannya Mutter Nisha. Kalau kalian baca post itu pasti tau kenapa minggu kemarin adalah hari yang spesial buat aku. Salah satu sahabat terdekat aku akhirnya melabuhkan hatinya pada seorang lelaki yang kini sudah menjadi imamnya.

Aku sama Mutter pernah satu SMP, walau dia nggak tau aku karena si aku adalah anak baru dan pastinya si anak baru ini tau dia. Hello, dia anak populer. Namanya dipajang di banner segede raksasa di lapangan sekolah waktu itu. Cantik dan berprestasi, Masya Allah..

Hari pertama ospek SMA, aku dipertemukan dengan Mutter di satu kelompok ospek. Kita sebangku waktu itu, karena merasa berasal dari almamater SMP yang sama. Kita ngobrol ini itu, kemana-mana berdua sampai akhirnya kita dipisahkan karena nggak boleh satu almamater. Walaupun nggak duduk bareng lagi, kita masih suka ngobrol.

Pasca ospek, kita dijodohkan di kelas yang sama dan akhirnya memutuskan buat sebangku. Nggak pernah nyangka kita bakal temenan dan melewati tahun SMA yang berat tapi menyenangkan bareng-bareng di bangku yang sama. Selama tiga tahun itu kita udah berbagi tawa, tangis, cerita, sampe berantem kayak anak kecil. Tapi kita tetep temenan. Kita sepakat untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Acieee..

1933841_1162205538864_2926232_n

ki-ka : Ipeh, aku, Ade Nisa, Mutter and Sam. Suer kita nggak janjian warna tas hahaha. Dan maafin kealayan editan foto ini😦1929381_1084015224155_2936540_n1929416_1096295411152_192689_n 384002_2244155386934_2100645577_n

awal-awal beres SMA,masih bisa kumpul rame-rame ke sekolah huhu4964_1088755495423_993323_n

plis percaya ini bukan editan aku. ini nyomot di tag FB. pecaya yaa.. dan maafin muka alay aku😦523147_3689294314504_1103675405_n 4348_1106130257017_46734_n

les matematika di rumah Muttter. bertiga aja kayak roda becak :))

Selepas bangku SMA, kita jarang ketemu, jarang ngobrol ini itu. Tapi kita selalu nyempetin buat main pas lagi di Tasik bareng sama anak-anak Unharkosh lainnya (Sam, Titi, Ipeh, Ade Nisa, Riri, Cudil & Ican). Mutter nemuin temen-temen barunya di dunia kuliah, begitu juga aku dan temen-temen lain. Tapi sebisa mungkin kita tetep kumpul dan buktiin kalau kita bisa terus temenan sampe kakek nenek.

BIE_2725 BIE_2735 IMG_3181 IMG_5434

Maafin, beberapa paragraf di atas emosial banget.. Jadi kangen masa-masa bocah ingusan bareng mereka huhuhu.

But! Si bocah-bocah ingusan itu kini udah beranjak dewasa. Bahkan, akhirnya salah satu dari kami memutuskan untuk menikah. Dan menikahnya Mutter adalah suatu kebanggan buat kami semua. Akhirnya yah.. Setelah mengikuti drama percintaan Mutter dari si A lalu ke yang lain, mengikuti senyum-senyum gila dan tangis Mutter, akhirnya cerita cinta monyet itu udahan. Dan ditutup dengan cerita cinta yang bikin iri. Huhuhuhu. I’m so happy for you Ter..

Kita move on ke cerita nikahannya Mutter ya sebelum aku berderai air mata. Huhuhu.

Pagi buta di tanggal 19 Desember, aku udah siap pake kebaya putih bareng anak-anak lain. Udah kocar kacir riweuh pake lipstick ini dan hal-hal ala cewek lainnya. Parahnya juga, kita belum dapet armada taxi dari tadi. Padahal kita belum tau jalan ke hotel tempat akadnya kayak gimana, jauh ga, macet ga. Panik pertama di hari itu. Tapi alhamdulillah kita bisa sampe ke tempat tujuan dengan selamat hehehe.

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Sampai sana, kita duduk di tempat yang mayan rada jauh dari tempat ijab qabul, tapi masih bisa liat hehe. Kita bisa ngerasain ketegangan dan cinta pada saat yang sama. Semua temen-temen Mutter dan Futter pakai kebaya putih & kemeja putih. Manis banget liatnya hehehe. Sedangkan untuk pihak keluaga pakai dress atau kebaya warna mint tosca gitu. Lebih maniiisss.

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Excuse my silliness. Anaknya emang suka recokin foto orang. Tapi yaah.. lucu juga ternyata hahaha :))

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Cudil nih yang ngambil fotonya. Ini over mas.. Overr! Bukan bikin kita cantik😦

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Minus Ican. Dia mah emang harus dikeluarin dari grup. Harkoshh!

????????????????????????????????????

Gandengan pas Akad, Riri cayangss

Setelah segala persiapan beres, ijab qabul pun dimulai. Daddy memulai kalimat menyerahkan Mutter ke Futter dengan suara bergetar malah kedengeran menangis. Sampe diulang tiga kali, pasti Daddy sedih banget buat ngelepas Mutter. Kita yang dengernya pun pada berkaca-kaya. Uuuw kita semua hati hello kitty gini. Ketika Daddy beres mengucap kalimatnya, disusul sama Ecky mengucapkan ijab qabul dengan sekali nafas. SAH! Alhamdulillaaaah..

Setelah sah, akhrinya Mutter dikeluarkan dari pesembuyiannya dan ditutup menggunakan kain. Sama seperti acara lamaran dulu. Di sini dilakukan adat Pakistan, dimana Ecky wajib menawar kepada makelar (saudara-saudara Mutter) agar memberikan Mutter. Dan makelarnya nawar 15jt, HAHAHAHA. Futter langsung pucet. Singkat cerita akhirnya Mutter berhasil di lelang. Lalu mereka tanda tangan buku nikah dan serangkaian acara lainnya. Kita, para penonton cuman bisa mesem mesem dan nangis bombay pas keduanya sungkem. Mana pada nggak bawa tisu lagi, terpaksa hapus pake baju. Hahaha.

Btw, Mutter cantik banget! :’)

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Pengantin wanitanya dateng didampingin sang ‘makelar’

????????????????????????????????????

Muka kaget dikasih tawaran 15jt hahahaha

????????????????????????????????????

Jangan diturunin harganyaaa hehe

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Seberes akad, kita semua balik ke kosan Sam. Di sana kita tidur sebentar dan langsung dandan buat acara malam. Rencana awal, kita pergi jam setengah 6. Yang terjadi, kita pergi jam setengah 7 malem. Kepanikan kedua! Hahahaha. Sampe di vanue kita semua panik lagi! Stand food-nya banyaaak banget. Ini harus yang mana yang dimakan deluan. Dasar perut kerdus, yang dipikrin makan dulu bukannya naik pelaminan lalu salam hahaha.

????????????????????????????????????

si anak kembar tak terpisahkan. martabak tipis dan martabak terang bulan😦

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Kita nggak bisa foto bareng sama Mutter pas di pelaminan gara-gara panjangnya antrian. Tapi di akhir acara kita punya kesempatan buat foto berlima minus Titi yang baru dateng sejam langsung caw ke stasiun buat ngejer kereta ke Tasik. Yes, kepanikan keempat!

Sayangnya, di acara lempar bunga tangan, kaki aku keinjek sama cewek di depan aku. Dia pake heels super tipis. Dan itu sakiiiit banget. Sampe rumah baru ngeh kalau kaki aku ungu. Huhuhu. But, overall.. Malem itu, adalah salah satu malem terbaik yang pernah aku punya. Nggak nyangka bakal mengantar sahabat sendiri ke pelaminan. Walaupun saat itu datengnya masih sendiri sih. Haha.

with the bride! Cantiiiikkk bangeeeeeettt

with the bride! Cantiiiikkk bangeeeeeettt

 

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s