Setoran Awal Bulan

Aku gagal paham sama judul tulisan ini. Kenapa harus setoran awal bulan, sih? Semacam nggak ada kata lain yang mewakili.

Tapi, sebenernya aku pun bingung harus ngasih judul apa. Berhubung aku nulis ini pun hanya sekedar setor tulisan untuk bulan Februari.

Oh ya, selamat menjalani bulan ke-2 di 2016 temans. Katanya sih Februari itu bulan kasih sayang. Ah, sama aja. Meh -.-

Btw, kalimat tadi disponsori oleh kata hati. Bukan jempol aku.

Jadiii, harus apa yang aku ceritain sekarang?

Well, aku nulis post ini sambil terkapar di kasur setelah menghabiskan 7,5 jam di jalan dari Tasik ke Bandung. Iya, aku pulang (lagi). Berbeda sama pulang aku yang sebelum-sebelumnya, dua kali aku pulang terakhir ini aku memutuskan buat naik bis. No more pake travel. Why?

Jadi gini, setelah kerja aku jadi banyak mikir. Eh mikir lebih luas maksudnya. Lebih panjang dan lebar juga, bolehlah. Kalo nyari uang itu susaaaaah banget. I have to spend about 7 hours in front of computer all day long (about 22 days in a month), baru bisa ngerasain gajian. Jadi aku berfikir buat pindah dari armada travel yang harganya nyaris 3x dari naik bis. Yaaa walaupun selama ini uang travel masih mau dibayarin Ayah (uwww Ayah cayangannya devita :*), tapi tetep aja sayang banget kalo aku pake buat naik travel.

So I made a promise to my self. Selama aku bisa dan masih ada matahari aku harus pake bis, der der-in aja. Kecuali aku mau pulang langsung dari studio jam 5 sore, it’s okay pake travel malem.

SATU LAGI!

For the very first time akhirnya aku ngerasain naik damri bagus. Aku pernah naik damri 2x sebelumnya. Sekali, waktu SD dan itu damrinya jelek banget. Kedua, waktu kuliah.

Berhubung rumah enin dekeeeeeet banget sama pangkalan damri, jadi kemarin aku nyobain pulang dari Caheum ke rumah naik damri. Dan naik damri itu enak banget temens! Maaf kenorakan aku ini.

Aku bisa ngabisin sekitar dua jam kalau naik angkot dari Caheum ke Elang. Muterlah, ngetemlah, macetlah. Dan kemarin aku naik damri cuman 40 menit and no ngetem, no muter, dan sedikit macet.

Awalnya pas naik damri aku nggak kebagian tempat duduk. Jadi aku berdiri nyender ke rolling door. Setengah jalan, orang-orang ada yang naik dan turun. Tapi aku masih nggak kebagian tempat duduk. Sampe akhirnya aku ditoel seseorang. Pas aku balik badan, seorang aa (aa-laaah bahasanya) nunjuk kursi kosong di belakang. Aku langsung sumeringah dan duduk di sana. Sambil lewat ke arah dia, aku nggak lupa bilang makasih sambil senyum manissss banget. Thanks a, you saved my cangkeul legs. Hehehe. Dan akhirnya aku turun depan jalan mau ke rumah. Lima langkah sampe!

Oh ya, keunggulan naik damri selain hemat waktu yaitu hemat uang. Pake damri cuman 4 ribu aja qaqa. Kalo naik angkot dari rumah sampe Caheum bisa 10 ribu lebih. Yuk, naik damri!

Aku udah cocok jadi duta damri cabang Elang nih hahaha. Cyaaa

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s