Movie Review : #AADC2


Seminggu kemarin aku kepikiran harus nonton Ada Apa Dengan Cinta 2 ini sama siapa, dimana dan kapan. Atau aku harus nonton dengan orang yang sama, di tempat yang sama dan di waktu yang sama dengan Captain America : Civil War ntar? Tapi, tanpa harus aku kebingungan mikir panjang, jawabannya mendadak ada di hadapan mata.

Aku nonton AADC 2 ini hari Jumat kemarin, sehari setelah rilis serentak. Jam 12.45 ya fyi aja. Kenapa coba aku bisa nonton itu di jam kantor? Haha.

Jadi, setelah tim produksi AADC 2 mengumumkan tanggal rilisnya, sebulan sebelum tanggal rilis itu Ko Bun udah semangat banget pengen nonton film ini bareng sang istri. Semacam nostalgia gitu. Dan selama sebulan itu OST AADC 1 dan 2 diputer di studio buat pemanasan.

My fave sountrack!

Eh tanpa di duga, pas filmnya rilis Ko Bun ngajakin anak-anak studio buat nonton bareng. Dibayarin pula. Eh sama dibeliin popcornnya juga! Alhamdulillah yaaa, Jumat berkah banget! Hehehe.

Flashback nih, AADC adalah film fenomenal sepanjang masa mengingat saat itu film ini sebagai pemacu hidupnya kembali perfilman Indonesia yang sedang mati suri. Saat AADC rilis pertama kali, aku masih SD. 2002 itu berarti aku kelas 3 SD kayaknya. Aku nonton film itu? Nontooon dong! Walau waktu itu nontonnya di TV atau di VCD.

Pas udah rada gedean, aku beberapa kali niatin nonton ulang di YouTube dan baru tahu kalau ada bagian-bagian yang ternyata nggak ditanyangin di TV. Haha if you know what I mean.

Jadi ketika Line pada 2014 kemarin tiba-tiba membuat sebuah ads dengan tema AADC setelah 14 tahun film pertamanya berakhir, aku jadi semangat ngebayangin what if AADC bakal ada sekuelnya.

And it happened! Walau akhirnya ternyata AADC 2 tayang di 2016.

Kita mulai yaa reviewnya hehe.. Btw sebelum review ini, aku belum baca review orang lain di situs manapun. Karena aku pengen review ini pure dari kepala aku, takutnya kalo aku udah baca aku malah jadi ‘belok’ hahaha.

Di awal filmnya, diceritain kehidupan tokoh-tokoh utama di AADC. Milly yang ternyata sedang mengandung anak pertamanya. Maura yang sudah beranak 3. Cinta yang memiliki usaha sastra cafe dan sudah bertungan dengan seseorang. Juga Karmen yang telah ‘kembali’ dari pengasingan 6 bulannya.

Guys, I’m trying to not tell you the spoiler yaaa. But I found it hard hahaha.

Lalu genk Cinta memiliki rencana untuk liburan ke Jogja setelah mereka lama nggak kumpul bareng. Dan siapa sangka ternyata liburan ke Jogja ini akan mempertemukan Cinta dengan si legendaris Rangga.

Selama 124 menit film ini, aku dibuat haru beberapa kali. Bukan haru lagi sih, aku nangis sampe ingusan. Okeee, silahkan ejek kalau aku cengeng. Hahaha.

  1. Kembalinya Karmen. Scene ini sungguh mengoyak emosi aku.
  2. Ketika genk Cinta ‘pamitan’ sama Alya.
  3. Ketika Cinta berantem dan akhirnya baikan lagi sama Karmen.
  4. Ketika Rangga akhirnya mau menemui Ibunya kembali.

Pasti pada bertanya-tanya, kenapa moment ketemunya Rangga dan Cinta kembali nggak bikin haru biru.

Sumpah, ketemunya Rangga sama Cinta itu menurut aku konyol dan lucu banget. Kelakuan Cinta masih sama kayak dulu, dan Rangga pun. Bahkan adegan fenomenal ‘Rangga, apa yang kamu lakukan ke saya itu, jahat.’-pun jatohnya lucuuu buat aku. Hehehe.

Soalnya masih panas di ingatan kita betapa hebohnya meme Rangga-Cinta di scene ini beredar di dunia maya.

Selama ini aku paling ga suka pake istilah baper. Bencilah yaa. Tapi buat kali ini, aku pakai. Aku baper sama Rangga.

Tuhan, toloooong. Nicholas Saputra mateng bangeeeet. Aku lemah. Hahaha.

Rangga, di film ini kelihatan banget pengen memperbaiki semua kesalahan yang dia lakuin 9 tahun kemarin. Jadi setiap kali mereka pindah lokasi mulai dari cafe, terus jalan kaki, ke gunung dan seterusnya biar mengulur-ngulur waktu, aku sampe bertanya-tanya ‘RANGGAAAA KAPAN MAU PULANGNYA SIH?’

Rangga, aku ngerti koook. Kamu pasti pengen banget spending the whole day with Cinta setelah 9 tahun nggak ketemu. Terus keduanya pasti mikir mungkin ini adalah kesempatan terakhir untuk bertemu.

AADC 2 ini penuh dengan bahasa sastra yang baku dan kaku. Lalu puisi-puisi yang indahnya dewa banget. Bahkan dialog antara Rangga dan Cinta pun kedengeran lucu untuk anak sekarang. Temen nonton aku aja sampe ketawa geli. Tapi buat aku, ini ciri khas AADC. Dan aku sukaaa!

AADC 2 pun sarat akan komedi. Thanks Milly, kamu lucu banget. Kadang yang bikin AADC 2 lucu ini adalah tingkah Cinta yang kalo lagi ngambek atau mungkin seringnya nahan gengsi itu ngegemesin banget.

Di film ini pun beberapa kali Cinta mengulang quotes-quotes dari film pertama yang ngebuat aku semacam flashback lagi. Jadi AADC 2 ini nggak pernah kehilangan arah, karena antara film kesatu dan keduanya sangat terikat.

Oh ya.. ada satu quotes dari Rangga di AADC 2 yang sampai detik ini aku inget.

“Karena mencintai semua orang itu mudah. Dan melupakan satu orang itu sangatlah sulit.”

Well said, Rangga. Well said..

Btw, setelah nonton ini aku jadi semacam menghitung kasar tentang kencan Cinta dan Rangga di film sebelumnya. Correct me If I’m wrong okey?

Cinta sama Rangga pertama kali jalan ke pasar buku loak, terus ke rumah Rangga, abis itu ke cafe band blues sodaranya Rangga. Udah nih.. Terus mereka pisah di bandara. Lalu diceritain mereka LDR sampai akhirnya Cinta liburan ke New York. Lalu mereka putus. 9 tahun kemudian mereka ketemu.

2015 dikurangi 9, artinya Cinta sama Rangga jadian sampe tahun 2006. Mereka awal jadian tahun 2001. Gila yaaa mereka 5 tahun pacaran, LDR pula terus baru jalan beberapa kali. Eh pas ketemu masih saling cinta.

Rangga sama Cinta ini emang fenomenal banget. Cintanya tak lekang oleh waktu. Hehehe.

So guys, kalau kalian bertanya ‘is AADC worth to watch?‘ Maka jawaban aku adalah ‘absolutely YES!’

Leave a comment

Filed under Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s