Book Review : The Architecture of Love by Ika Natassa

Setelah baca buku ini, aku sempet baca beberapa review orang-orang dan ternyata kepala aku isinya hampir sama dengan kebanyakan kepala yang udah hatam baca The Architecture of Love (TAoL) ini.

IMG_5455

Btw, hello..

Beberapa bulan yang lalu, aku dapet sebuah mention dari temen di twitter untuk ikutan PO buku terbarunya Ika Natassa yang judulnya The Architecture of Love. Jujur nih, aku ga ngikutin kehidupan twitter sang penulis. Jadi ada info novel baru dia, atau buku-bukunya diangkat ke layar lebar pun selalu dapetnya dari teman ini. Thank you, Umma. Hehehe.

Pas dapet info itu, aku ragu buat ikutan karena..

Pertama, aku ga tau buku ini tentang apa. Kedua, ini akhir bulan gituuu (buat aku, yang gajiannya ga di awal bulan dan ga di akhir bulan). Ketiga, besoknya udah tutup PO. Jadi aku memutuskan buat beli bukunya di Gramedia atau secara online di kemudian hari.

Iseng, aku main ke Gramedia beberapa minggu setelah PO ditutup. Dan TAoL udah mangkal di jajaran buku keluaran baru. Namanya cewe a.k.a calon ibu-ibu, aku langsung cek BukaBuku.com buat bandingin harga TAoL di Gramedia dan disana. Dan, mayan yaaah harganya beda dikiiit. Hehehe. Jadi aku putusin buat beli online.

Jadi, TAoL adalah novel pertama yang aku beli tanpa tahu ceritanya kayak gimana. Baca sinopsisnya aja nggak. Tau snippet-nya barang satu atau dua juga nggak. Nama pemerannya siapa aja, buta total. Jadi, beli TAoL ini aku gambling. Jadi semacam beli karena Ika Natassa adalah penulisnya. Sebelumnya, aku udah baca Antalogi Rasa dan Critical Eleven walau urutan bacanya kebalik. Jadi, ketika tau Ika ngeluarin novel baru, aku berani taruhan aja kalau bukunya bakal baik-baik aja.

So, here’s the review..

IMG_5456

First, The Architecture of Love merupakan kerja sama Ika dan Twitter dimana Ika tiap minggunya memanfaatkan fitur Poll Story. Dan aku bukan salah satunya yang ngikutin Poll Story dari TAoL ini, karenaaaa alasan di atas tadi. Hehehe. Jadi aku nggak tau, seberapa serunya anak-anak twitter ikutan menentukan alur cerita TAoL ini.

TAoL menceritakan tentang Raia, seorang penulis popular yang karyanya dicintai, ditunggu, disayang, disanjung banyak orang. Yang aku inget banget, novel Raia ini diangkat ke layar lebar dan bertahan tujuh bulan di bioskop. Aku ga bisa bayangin sekeren apa Raia ini. Hehehe. Lalu menceritakan River, seorang arsitektur berkaus kaki hijau yang pelit ngomong dan misterius. Keduanya sebenarnya tengah kabur dan mengobati luka hati masing-masing di Kota New York. Lucunya mereka bertemu dan akhirnya ‘lost‘ bersama di kota tak pernah tidur ini.

Orang-orang menggunakan kata humble untuk novel Ika ini. Aku setuju. Di TAoL ini aku ngerasa bener-bener santai dan nyaman bacanya karena nggak ada istilah dan deskripsi panjang kehidupan banker yang sesungguhnya nggak bisa aku ngertiin. Atau memasukan nama-nama brand bernilai fantastis. TAoL ini manusiawi. Menurut aku.

Mendeskripsikan sesuatu dengan panjang lebar, membandingkan cerita tokoh dengan judul-judul film, lalu berpindah pindah POV, menurut aku adalah ciri khas Ika dalam menulis. And I’m kinda enjoying thatLike, A LOT. Jadi, aku kehitung orang yang sabar dan menikmati setiap paragraf deskripsi (ini lagi muji diri sendiri hehehe).

IMG_5457

Cerita Raia dan River ini aku bilang manusiawi, karena inti ceritanya bisa saja telah dialami oleh kebanyakan orang. Termasuk aku. Sebut aja. Kecuali bagian aku telah menikah, dan doi pun. No.. Hahaha. Ada beberapa kalimat yang bagus banget buat distabiloin atau dicatat ulang. Sayangnya, aku lupa ngelakuin itu. Jadi sekarang aku ga punya stok quotes buat aku masukin di post ini.

Imo, TAoL adalah novel terbaik Ika yang pernah aku baca, kenapa? Karena TAoL ini aku banget. Ada satu bagian yang aku suka dan aku lumayan inget tentang apa. Jadi tadi banget aku obrak abrik bukunya buat nyari lagi. Dan ketemu!

Pemikiran manusia memang terbiasa untuk memutar ulang kejadian masa lalu di dalam kepala, memainkan beberapa skenario berbeda –“what if” scenarios– yang dapat mengubah kejadian itu. Ketika kita mengingat suatu kejadian dan berandai-andai bagaimana seandainya waktu itu kita melakukan hal berbeda, membanyangkan apa yang akan terjadi. (TAoL p.41)

Pertemuan Raia dan River adalah suatu kebetulan. Bagaimana kalau Raia nggak jatuh di perayaan malam tahun baru, bagaimana kalau River nggak nyamperin Raia pas di Wollman Skating Ring, bagaimana kalau River menolak ajakan ‘tersesat’ bareng-bareng di New York?

Gara-gara bab ini di kepala aku tiba-tiba muncul nama seseorang. Dan aku membuat jajaran pertanyaan “what if” scenarios tentang aku dan dia. That’s why novel ini adalah novel kesukaan aku. Semenjak halaman itu, novel ini seperti tentang aku dan dia. Bener-bener mirip. I won’t tell you the detail hahaha.. Dan aku ga bisa ceritain disini karena ntar melenceng jauh dari yang namanya ‘REVIEW’ hahaha.

Kalau kalian pernah baca Antalogi Rasa dan Critical Eleven, kalian pasti bakal ngerasa kegirangan karena munculnya tokoh-tokoh di novel sebelumnya seperti Ale, Anya, Harris, Kaera, Raisa, Paul (YES! PAUL! Yang namanya cuman kesebut sekali dua kali, eh main besar di sini haha). I just fall in love with this Risjad family. Oh ya, aku juga suka cara River dan Raia memanggil satu sama lain. Bapak Sungai dan Ibu Kebun Raya. Cute!

IMG_5460

Sayangnya.. aku ga suka ending novel ini yang begitu sederhana. Semacam habis berantem lama sama pacar, kita udah gondok, udah sedih banget, eh pas dia minta maaf sekali doang, langsung dimaafin. Udah. Gitu aja. Pengen rada panjang sedikit ending-nya. Minimal ceritain gituuu setelah halaman terakhi itu ada kejadian apa. Ini persis banget kaya ending Antalogi Rasa dan Critical Eleven. Baiklah, mungkin ini adalah ciri khas lain dari Ika Natassa. Hehehehe.

Jadi, guys.. Aku kasih bintang 4,5/5 untuk The Architecture of Love ini. Kalian harus baca! Hehehe.

Cya, have a nice day!

Leave a comment

Filed under Book, Diary, Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s