Book Review : Romeo Gadungan by Tirta Prayudha

Tahun lalu, aku sempet ikut voting buat cover buku pertama Tirta yang judulnya Newbie Gadungan. Dan mendadak aku lupa buat beli buku itu sampai akhirnya Tirta mengumumkan terbitnya buku kedua dia yang berjudul Romeo Gadungan.

Okay, kayaknya gak apa-apa aku belum sempet baca yang pertama. Aku bisa baca yang kedua dulu, baru yang pertama. Hehe

Lagi-lagi aku beli buku tanpa tahu isinya bakal kayak apa. Baca sinopsisnya belum pernah. Kayaknya akhir-akhir ini aku punya kebiasaan ga wajar dalam beli buku.

Aku beli buku ini karena yang nulis adalah Tirta. Remeh banget ya alasannya hahaha. Tapi bener, aku beli ini karena aku percaya aku bakal dapat suguhan yang baik dari Tirta. I fell for him since the day I read his blog. I fall for his words. Jadi ga mungkin kan aku bakal ga suka sama bukunya? Heehhe

Hari pertama Tirta ngumumin PO untuk Romeo Gadungan, aku langsung akses akun bukabuku.com aku dan masukin Romeo Gadungan ke keranjang belanja. Transfer. Done!

img_0025-copy

Dua minggu lalu sebuah paket udah mejeng manis di kantor, kebetulan paket dateng pas libur Idul Adha. Orang-orang udah berkoar di twitter tentang buku ini, dan aku ngerasa telat banget baru bisa dapetin bukunya beberapa hari kemudian. Pertama dateng, aku super excited buat ngeliat bentuk tanda tangan Tirta kayak gimana. Ketika aku buka, aku ga nemu sama sekali tanda tangan dia di halaman depan, halaman yang normalnya sang penulis bubuhi tanda tangan. Aku bolak balik bukunya berkali-kali. Nihil. Aku langsung buka twitter Tirta buat make sure mungkin aku cuman satu-satunya manusia di muka bumi ini yang ga dapet tanda tangan Tirta.

img_0067-copy

Too bad, ternyata semua yang PO kemarin nggak dapet. Setelah aku baca tweet-tweet Tirta soal miss understanding tanda tangan yang dijanjikan toko buku online yang kerja sama dengan dia, akhirnya aku nerima alasannya. Walau ada sedikit kekecewaan menggantung dan berayun-ayun di hati aku.

Terus aku ngapain ikutan PO kalo ga dapet tanda tangan?

Aku sempet nanya itu sambil dongkol. Dan aku baru inget kalo harganya jauh lebih murah kalo ikut PO kemarin, okey ga jadi bete. Maklum mental emak-emak.

Let’s start the review!

Setiap pembelian secara PO buku ini, pembaca akan diberi sebuah stiker berupa quotes dari Tirta. Yang namanya stiker kan harus ditempel di suatu tempat tuh, tapi stiker ini sayang banget buat dipasang dimana pun. Jadi aku putuskan buat disimpan di sela-sela halaman. Mudahan gak hilang. Please!

img_0072-copy

“Terkadang kita tidak menemukan alasan yang tepat untuk jatuh cinta atau terluka..”

img_0071-copy

Salah satu yang aku suka banget dari setiap beli buku adalah pembatas bukunya. Harus bagus! Nggak mau tahu. Hehehe. Romeo Gadungan ini punya pembatas buku yang kece banget, walau rada sedih sih liat ilustrasinya. Menderita banget gitu.. Wahai pembatas buku yang lucu, jangan suka jatoh terus hilang tak berbekas yaa.. Please! (lagi)

Baca Romeo Gadungan itu seperti membaca sebuah diary dari seorang cowok, atau mungkin lebih tepatnya seorang Tirta. Bahasanya ringan, seperti berbicara ke manusia. Nggak beribet, to the point, menggunakan kiasan yang lucu, dan kadang nyeleneh. Gaya bahasa ini yang aku suka banget sama Tirta. Gaya bahasa ini yang bikin aku betah buat main ke blog dia selama ini.

Cowok yang bisa nulis itu menurut aku keren. Tadinya aku mau pakai kata seksi sih, cuman kayaknya aneh kalau aku yang nulis itu. Hehehe. Once, cowok yang bisa nulis itu menurut aku keren. Apalagi buat nulis semacam curhatan kayak gini. Biasanya kan, biasanya yaa.. yang suka nulis tentang indahnya jatuh cinta lalu sedihnya patah hati itu adalah kaum hawa. Kayak aku, misalnya. Hebatnya Tirta nggak pernah terlihat feminim atau menye-menye dengan curhatnya. Gak ngerti kenapa bisa gitu. Hehehe. Dengan adanya Tirta, minimal aku bisa ngertiin isi kepala cowok barang sedikiiit lebih banyak dari sebelumnya. Dikira cewek doang apa yang susah difahami, cowok juga kali * straight face, rolling eyes*

Sebenernya, konten dalam Romeo Gadungan hampir semuanya ada di blog pribadi Tirta. Jadi, hampir semuanya aku udah baca masih dalam bentuk digital. Tapi ada beberapa yang merupakan untold story atau cerita yang gak pernah mejeng di blog dia. Kesamaan dari semua babnya adalah tentang patah hati. Seakan-akan Tirta ini udah merasakan semua jenis patah hati yang ada di muka bumi ini. Hehehe.

img_0068-copy

Dari sekian banyak bab, menurut aku yang paling ngebekas di kepala aku adalah Layang-Layang dan Sepatu Kiri.

Okey, untuk Sepatu Kiri emang siiih dari awal baca blog dia tulisan ini merupakan tulisan favorit aku selain She Has Everything. Tulisan-tulisan yang lain seakan cuman jadi pendukung aja. Sempet kepikiran kenapa Tirta nggak sekalian bikin buku dengan judul Sepatu Kiri, dan diulas habis-habisan tentang patah hati yang maha dahsyatnya itu. Tapi, tulisan lainnya aku suka kok.

img_0076-copy

Selain bahasanya yang ringan, buku ini juga ga terlalu tebal jadi bisa dihatamin dalam beberapa jam doang. Terlebih font dan space-nya lumayan gede jadi bikin tambah cepet selesai. Huhuhu gak rela kenapa bukunya cepet berakhir. Selain karena faktor ketipisan buku, di dalamnya juga diselipin ilustrasi sesuai judul babnya. Jadi satu buku itu gak pure tulisan.

img_0077-copy

Aku yakin banget kalau Tirta ini punya selera humor yang luar biasa. Sering kali Tirta memasukan tanda isitilah asing di beberapa kata yang menurut aku masih bisa dimengerti. Dan pas baca pengertiannya, malah bikin kesel. Hahahaha. Aku kan udah berharap kalau itu bener-bener informasi yang baru atau penting buat aku, ternyata cuman penjelesan ngelesnya dia. Good job, btw!

Ngomong-ngomong, aku mau mengucapkan terima kasih banyak kepada Tirta yang telah mem-featured  ilustrasi aku di tulisan Sepatu. Berkat kebaikan Tirta, suka banyak yang iseng main ke sini hehehe.

romeogadungan

“We are so close and yet still so far..”

Leave a comment

Filed under Book, Diary, Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s