The Most Wanted Baby : The Infernal Devices

“I can offer you my life, but it is a short life; I can offer you my heart, though I have no idea how many more beats it shall sustain..”

Pertama kali lihat dan pegang ketiga buku, aku panik! Ih, kok bisa?! Ya ampun, anak-anak yang selama ini selalu aja di top list beli aku akhirnya mejeng cantik di rak buku.

Let me tell you the detail..

Dua tahun lalu, 2014, ketika akhirnya aku menghatamkan buku terakhir The Mortal Instrument : City Of Heavenly Fire, aku langsung ngebet banget punya prequel seriesnya.

Karena di CoHF itu, ada nama-nama baru yang kesebut semeperti Jem, Will dan Tessa di nyaris halaman-halaman terakhir. Usut punya usut, ternyata Tessa adalah orang yang berhubungan langsung dengan Clary di masa lalu.

Tapi aku lupa gimana ceritanya selama dua tahun itu aku ga kesampean buat beli The Infernal Devices. Yang aku inget, tiap ke Gramedia, buku itu selalu aku pegang-pegang terus aku diskusi sama kepala aku, haruskah aku beli buku ini sekarang atau ga. Tapi ending-endingnya aku ke kasir selalu bawa buku dengan judul berbeda. Jahat juga sih.. hehehe.

Bulan lalu, seorang teman, sebut aja namanya Yoggie (hai, kamu!) tiba-tiba menghadiahkan buku ini sebagai kado ulang tahun aku!
Sebelumnya dia sempet nanya-nanya soal buku ini ke aku. Bukannya curiga, aku malah keki kenapa seorang Yoggie yang ga suka baca mendadak pengen beli buku itu. Terlebih itu adalah buku yang pengen banget aku baca.

Beberapa hari setelah dia nanya-nanya gitu, dia mengutus seorang gojek buat anterin buku desain yang pernah dia pinjem pas zaman aku masih kuliah. Pas gojeknya dateng, ternyata bukan cuman buku desain itu yang aku dapet, tapi ketiga buku dari series The Infernal Devices!

 


Kok bisa sih?! Aku pengen nangis terharu pas buka boxnya. Shaking dan speechless. Aku langsung ngoceh sambil meluk-meluk Sycat yang keliatan ogah banget buat bersuka cita sama aku. Hehehe.

Makasih banyak ya Gie.. Kayaknya aku udah seriiing banget bilang makasih ke kamu untuk kado ini. Tapi kayaknya aku ga akan bisa berehenti bilang makasih ke kamu. Hahaha. Dan yang bikin aku kagetnya dia beli buku ini karena baca post 11 Oktober aku soal wishlist birthday aku. Never thought before kalau ngode di blog ini bisa jadi kenyataan. Hahahah. Thanksss! Xo.

img_1767

Singkat cerita, aku udah tamatin buku bertamanya. Emang ya dimana-mana memulai itu susah banget. Di buku pertama itu aku harus bayangin setting lokasi di Inggris pada tahun 1870-something yang sumpah itu susah. Karena segala halnya gak secanggih The Mortal Instruments. Terus di The Infernal Devices itu aku harus ngebiasain dengan karakter Jem, Tessa dan Wil.
Aku tamatin buku pertama hanya dalam 3 hari. Dan buku keduanya masih aku bookmark di beberapa bab sebelum tamat. Kalau dipikir-pikir kemarin aku terlalu ngebut buat bacanya, dan sekarang rada nyesel karena aku baru inget ini adalah series buku Cassandra Clare terakhir yang baru ada translate Indonesianya. Jadi aku ga bisa bayangin setelah The Infernal Device, ketika lagi di puncak-puncaknya candy buat baca, tapi ga punya bacaannya. Hahaha.

That’s why aku cuman baca 1 bab sehari sebelum tidur.


Kalau ditanya aku bakal milih Jem atau Will, aku pasti jawab Will! Bad boy itu emang gemeshin hahahaha. Btw, aku bakal review ketiga buku ini kalau udah beres bacanya yaaash.

Cyu!

Selamat ber-Februari ria, temans! Udah tanggal 26 lagi nih, dan baru ngepost. Parah, ya? Haha. Have a nice day! Muah!

Advertisements

Leave a comment

Filed under Book, Diary, Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s