You are Good at..

 

You are really good at pushing me away.

You’re expert at doing this..

Since a long time ago.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Diary

T.S. : Jason Mraz – I won’t Give Up

I won’t give up on us, even if the skies get rough
I’m giving you all my love, I’m still looking up

And when you’re needing your space, to do some navigating
I’ll be here patiently waiting, to see what you find

Leave a comment

Filed under Today's Song

Lulus DKV, ngapain?

Pas banget sih momentnya nulis ini, karena dua bulan lalu aku baru aja ke wisuda-nya Gerger. Btw, selamat wisuda yah anak ajaib. Akhirnya setelah sekian tahun (ini disensor aja), akhirnya Gerger bisa juga difoto pakai toga. Hehehe.

IMG_5943IMG_5944IMG_5954

ps. aku bakal nyesel banget pernah pose kaya foto-foto di atas. Gara-gara Gerger semua tema fotonya kaya gitu huhuhu, gak anggun ih haha.

 

Sampai ketemu Mei nanti para pejuang wisuda angkatan 2011! Can’t wait!

Lulus DKV, ngapain?

Pertanyaan ini sebenernya lebih sering ditanyain sama Ayah ketika aku masih kuliah. Beliau selalu tanya aku mau ngapain setelah lulus. Berhubung Ayah adalah orang yang terbilang awam tentang jurusan semacam DKV ini, jadi akan kerja dan ngapain sih aku setelah lulus adalah pertanyaan besar untuk Ayah. Walaupun Ayah gak ngerti-ngerti amat tentang DKV ini, Ayah adalah tipe orang tua yang membebaskan dan mendukung keputusan anak-anaknya untuk ambil jurusan kuliah apapun (love love, Yah!).

Pertanyaan ini pula yang akhirnya menghantui aku ketika sedang nyusun Proyek Akhir. Mau ngapain? Mau dimana? Udah siap ketemu orang baru?

Di kepala aku ketika masih jadi mahasiswa, keinginan aku setelah lulus adalah menjadi anak branding. Karena aku dapet influence yang sangat besar dari salah satu dosen kesayangan di kampus. Dan menurut aku branding adalah hal yang keren. Banget. Terus gak lama dari itu aku mau jadi anak ilustrasi aja, ah. Kayaknya bikin ilustrasi buku anak bakal seru. Dan beberapa pekerjaan impian yang sudah dijanjikan oleh google.

Teman-teman mahasiswa DKV, pasti udah pernah minimal sekali berselancar di mbah google dengan keyword ‘Prospek Kerja Lulusan DKV’ kan? Pasti jawabannya sama semua. Dan semua jawaban itu yang kebayang sama aku ketika lulus.

Sebenarnya peluang kerja DKV itu gak hanya sekedar yang disebutkan di web-web itu. Peluang kerja DKV itu ada dimana-mana even di tempat yang mungkin gak pernah kalian bayangin.

Contohnya aku.

Aku pernah diterima di sebuah baby shop di Jakarta. Coba bayangin, seorang desainer grafis di baby shop itu ngapain! Pasti gak pernah kelintas di kepala kan tentang keperluan sebuah baby shop terhadap seorang desainer grafis? Singkatnya job desk-nya adalah membuat ilustrasi dengan gaya yang sesuai dengan mom and kids untuk keperluan social media.

Lalu sekarang aku kerja di sebuah photography brand untuk wedding. Lalu fungsi desainer grafis di wedding photography itu apa? Ini adalah pertanyaan yang ada di kepala aku dan semua orang ketika aku diinterview untuk posisi ini. And finally I found out, job desk aku adalah membuat layout buku untuk output dari event hari H. Selain di wedding photography, aku juga pegang kids photography yang job desk-nya sama-sama bikin layout buku dengan full ilustrasi. See? Ini adalah dream job aku. Buat ilustrasi untuk anak-anak. Hehehe.

Aku kasih contoh lain, ya..

Temen kuliah aku kerja di baby shop Bandung (mungkin temen-temen yang tinggal di Bandung bisa langsung kebayang baby shop terbesar di Bandung kira-kira apa hehe). Di tempat gak kebayang ini, job desk desainnya itu banyak banget! Bikin merch, bikin packaging, keperluan social media, stationary set dan perintilan lain yang kalau dibikin sama yang gak ngerti desain hasilnya bakal b aja.

Lalu di tahun ke dua dia resign dan pindah ke hotel. Atasan aku sempet nanya, kira-kira temen aku di sana ngapain. Ayoo, di hotel kira-kira desainer grafis kerjaannya apa? Di hotel job desk-nya meliputi desain promosi, stationary set, foto menu dan masih banyak lagi.

Temen aku yang lain kerja di sebuah brand jeans di Indonesia. Aku juga awalnya gak ngerti sih dia ngapain di sana. Dan ternyata job desk-nya adalah membuat desain promosi, photoshoot untuk katalog bareng artis brand ambassador yang sering kita liat di baligo gede-gede itu loh, terus bikin desain tag lucu yang suka nempel-nempel di celana jeans kalian itu.

Temen aku yang lain (lagi) kerja di sebuah pabrik textile gede di Bandung. Kerjaannya gak jauh-jauh dari desain promosi dan ngebuat desain pola untuk textile-nya. Di tempat yang baru pun, kita pasti bakal dapet ilmu baru kayak temen aku ini.

Beberapa temen aku kerja di studio desain, penerbit, stasiun TV, majalah, perushaan social media, dan beberapa ada yang mandiri dengan bikin brand desain atau foto sendiri.

Di post ini juga aku mau berbagi beberapa tips untuk membesarkan kemungkinan portfolio kita di lirik sama si empu perusahaan. Sebenernya tips ini gak pure dari aku sih, aku dapet dari beberapa sumber seperti petuah atasan aku, dosen dan kata youtube.

Satu, sedikitlah mendesain. Karena (katanya) desain yang baik adalah yang sedikit mendesain. Istilah lainnya jangan renceum atau pabalatak alias berantakan alias kebanyakan pemanis desain. Desainlah sesimpel mungkin.

Dua, di portfolio baiknya gak perlu memasukkan ijazah, sertifikat TOEFL, sertifikat panitia ini itu. Karena hal itu sebenernya gak diperluin kok. Memasukkan benyak berkas ke dalam portfolio bikin keindahan portfolio kita jadi berkurang. Kecuali perusahaan tersebut yang minta, kamu bisa masukin berkas tersebut di tempat terpisah dari portfolio. Misalnya di zip/rar dengan judul ‘Berkas Penting’.

Tiga, berikan impresi yang baik pada halaman pertama. Tunjukkin jati diri kalian di halaman pertama. Semisal cover dengan warna yang eye-catching, logo brand kamu yang diberi finishing keren. Atau hal kreatif yang kepikiran sama kalian, hehehe.

Empat, desainlah riwayat hidup dan skill bar (infographic) kamu dengan baik. Ketika kita kuliah desain kemarin, pasti diajarin soal negative space, balance, grid dan sebagainya kan? Biarkan page infographic kamu itu menjadi desain yang bernafas alias gak sesak.

Lima, masukkan desain portfolio sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Semisal perusahaan membutuhkan seorang illustrator, baiknya kita masukkan ilustrasi terbaik kita di portfolio itu. Semisal lagi, perushaan itu membutuhkan seorang fotografer, maka masukkan hasil foto terbaik kita. Karena, aku beberapa kali denger dari atasan aku soal banyaknya pelamar yang masukin karya yang gak nyambung atau salah alamat di portfolio itu.

Enam, masukkan karya secukupnya. Seperti poin di atas, karya yang dimasukkan adalah karya yang dirasa terbaik saja. Karya yang mendompleng kepercayaan diri kita. Karya yang menggambarkan skill terbaik kita dimana. Sebaiknya jangan jadi PALUGADA atau apa yang lu mau gua ada. Ini terjadi sama aku ketika pertama lulus, semua karya aku masukin ke portfolio berujung aku gak keterima dimana-mana. Ketika rehat dari apply apply kerja, aku kembali buka portfolio dan membenahi isinya, buang ini dan itu, masukin ini itu. And here I am, kepanggil interview setelah benerin portfolio. Hahaha.

Tujuh, desainlah serapih mungkin karya dalam portfolio kita. Karena untuk menikmati karya desain, sang perusahaan membutuhkan kenyamanan saat melihat portfolio kita. Karya sebaiknya dilayout dengan baik, berukuran jelas (tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil). Di setiap karya sebaiknya diberi penjelasan singkat mengenai karya dan software yang digunakan.

Delapan, bila hendak membuat portfolio bukan berupa pdf, maka cetaklah portfolio kita di tempat printing terbaik. Sayang aja kalau desain kita sudah bagus namun dicetak di tempat yang salah. Warna desain bisa turun bahkan melenceng. Selain itu sebaiknya kita buat packaging portfolio kita secara menarik. Semisal sebuah buku dengan hard cover, atau ditaruh di sebuah kotak. Semua tergantung selera teman-teman, tapi packaging portfolio yang keren adalah kunci ketertarikan perusahaan terhadap karya kita.

Semoga bermanfaat yaa, teman-teman! xoxo.

2 Comments

Filed under Diary, DKV's Journal, Tugas Anak DKV

2017 in Number

A year older

A new glasses. Tahun ini kepaksa harus pakai (walau masih ga kebiasa banget) pakai kacamata. Setelah six years in row duduk depan layar, akhirnya mata ini minus dan silindris. Ini fakta nyedihin tahun ini sih huhu

A (super) massive branding and promotion design project. Makasih banyak! Woof!

An overseas trip to Singapore, for very first time, without guide or tour group. Something like independent traveler. Seneng banget!

Bought a dream computer. Finally ya.. masih nyisa 20 kali cicilan lagi, Vit. Duh.. kamu jadi wanita dengan cicilan gini. Hahaha.

Two holidays, literally holiday. First to Singapore, and Yogyakarta on August. Pengen banget bisa ceritain lanjalan singkat ke Yogya buat wisuda Adit disini. Pankapan yaa..

Bought 2 plane tickets for 2018’s holiday for May and November. Entah kenapa bisa seimpulsive ini sampe punya dua rencana liburan. Anggap aja ngerayain tahun terakhir melajang (aamiin) hahaha. Mudahan tahun depan udah ganti partner liburannya. Aamiin mehehehe

Dua kali ngalamin kecelakaan kecil. Jatoh dari tangga sampe paha biru semua dan kepantuk standar motor yang bikin bercucuran darah dan luka codet yang cantik banget. Nuhun.

Perlihara dua kaktus, dan dua-duanya mati. Yang pertama mati karena kurang air, jadi jasadnya kerontang tak berbentuk. Yang kedua mati karena kebanyakan air, jasadnya lembek banget hikss

Dua kali kehilangan Sycat. Anak itu kabur di awal dan (hampir) akhir tahun. Hmm.

3kgs away from my body (cuman segitu doang tapi semua orang heboh noticenya haha)

Have 3 new Starbucks tumblers. Dua diantaranya adalah oleh-oleh dari Kobun dari Jepang dan Thailand. And I love the Japan tumbler so much!

Kerja sambil main ke Garut sebanyak tiga kali. Di awal tahun untuk pembukaan Kopilogi, tengah tahun buat foto menu baru dan akhir tahun buat pembukaan Waroeng Kopilogi.

3 kali bulak-balik ke Jakarta, yang semuanya untuk keperluan foto. Bandung-Jakarta udah gak dua jam lagi kayak dulu ya, bisa berjam-jam apalagi pas pulangnya huhu.

3 kali pulang ke rumah. Call me bang Toyib, but tahun ini aku ngerasa lagi bener-bener males banget buat pulang. Pulang pertama itu pas disupirin Ayah post-stroke, it was one of a thrilling ride in my life. Kedua pas lebaran. Dan yang paling terakhir pulang pas Titi nikah.

4 kali naik kereta. Dua kali Bandung-Yogyakarta pulang pergi sama Teh Aul. Dan dua kali Bandung-Tasik buat nikahan Titi bareng Ipeh perginya, dan sendiri pas pulangnya. Aku ngerasa keren gini.

4 kali naik angkot. Tahun ini bener-bener ‘putus’ dari hubungan menyesakkan dengan angkot. Jadi karena kepaksa banget baru nyoba angkot-angkotan lagi. Pulang dari BEC sekali karena hujan badai terus hi fare grab dan gocar yang sampe ke 130ribuan padahal yang biasanya cuman 20ribuan, pulang dari 23 Paskal karena batre hp-nya matot dilanjut pake angkot satunya sampe rumah, terakhir pas pulang dari BEC (lagi) karena pas lagi pesen gojek mendadak hujan dan kepaksa masuk angkot terdekat.

Dateng ke 5 undangan nikahan. Titi, anak atasannya Teh Aul, Unnie Vicky, Tiara adiknya Tante Poti dan Abangnya Dina. Sebenernya aku banyak ngeskip undangan temen sendiri. So so so sorry, aku kebanyakan kerja di weekend jadi ga bisa dateng huhu

Bought 5 books. Ini sebuah prestrasi yang buruk sih kayaknya. Dari buku yang dipajang di rak, cuman 5 buku yang aku beli tahun ini. Sisanya tahun kemarin, dan 3 buku hadiah.

Bought 11 shoes, it included flat, slipper and sneakers. Never knew kalau bakal sebanyak itu tahun ini. Ga ding. Tahun-tahun kemarin kayaknya lebih ga ke kontrol sampe ga ada tempat naro flatnya. Tahun ini aku rada sehat. Tapi dari 11 alas kaki, yang aku pake terus cuman 4. Dua flats dan dua slipper. Hehehe.

17 Popogalo album. Gils. Dari 17 itu baru beres 7. Lalalala~~

20 film yang aku tonton di bioskop, tahun 2016 aku nonton 12 film aja. Kebukti tahun 2017 aku butuh hiburan banget haha

9 dari 20 film itu aku nonton sendiri. Wow. Lagi-lagi ngerasa keren gini hehe. Awal tahun aku nonton Logan sendiri, dan diakhir tahun nonton Pitch Perfect bertiga sama Teh Aul dan Vina. Sebuah kemajuan dari nonton sendiri jadi nonton bertiga.

Dari 11 film itu, aku nonton sama Teh Aul 7 kali, Vina 2 kali, Dina sekali dan Yoggie sekali. Padahal tahun kemarin temen nontonnya ada Mumun sama Titay. Tahun depan kita harus lebih sering nonton bareng ya Mun, ya Tay? Hehe

21 blog posts. Dikit banget ya.. Tahun 2018 aku harus lebih banyak ‘curhat’ yaaa biar pankapan kalau mau time hoop bisa ada bahannya. Hehehe.

Cuman ‘jalan-jalan’ sebanyak 2.574 km pakai motor. Yang wajarnya kayak orang-orang mungkin di puluhan kilometer. Berhubung naik motornya cuman dari rumah ke kantor, and repeated.

Tahun ini aku udah jarang banget ke Sbux. First, aku ga sekuat dulu kalau nakal minum kopi, jadi sekarang bener-bener dihindarin. Jadi entah sekarang faedahnya tumbler itu buat apa hiks.

Tahun ini juga aku udah ngurangin nginep di rumah Dina or apartment Mumun, karena kasur sendiri emang lebih enak. Alasan lainnya adalah setelah pindah ke rumah baru, Teh Aul ga mau ditinggal nginep-nginep. Oke teh, siap 86!

Almost half of my salary this year goes to computer installment, phone bill, and next year saving. Sisanya entah lari kemana. Hahahaha

Sisa-sisa angka lainnya ga bisa aku inget, kekuatan otak aku buat nginget-nginget udah mulai menurun (faktor u). Jadi aku kayaknya bakal lupain aja. Hahahaha

Last, I spent my 8.760 hours to thinking about you. Eak.

Leave a comment

Filed under Diary, Uncategorized

Singapore Trip Day : 3

Berhubung aku baru beres upload ke youtube video liburan kemarin ke Singapore, jadi aku rada semangat buat lanjutin cerita liburan yang sempet tersendat di Day 2.

So here’s the Day 3, pals!

Biasanya turis lain bakal nyari oleh-oleh di hari terakhir dan mengunjungi Merlion Park di hari pertama. But not for us.. Hehe. Di hari ketiga ini rencana kita bertiga adalah buat menclok-menclok dari satu mall ke mall lain, lalu ditutup dengan ke Merlion Park sorenya.

IMG_2412.JPG4

Sebelum menclok-menclok mall, kita sempetin foto (lagi) di Haji Lane karena berhubung deket banget dari hostel

Mall pertama yang kita datengin adalah Plaza Singapura dengan menggunakan taksi. Gak usah ditanya, harganya sama kayak kemarin-kemarin. Perjalanan dari hostel ke Plaza Singapura itu nyenengin banget, soalnya uncle drivernya dengan senang hati menjadi tour guide kita. Ketika ngelewatin suatu tempat, dia bakal cerita tentang sejarah tempat itu. Uncle-nya juga cerita kalau beliau udah beberapa kali ke Indonesia. Ke Bandung, Garut dan Ambon! Ambon geeeeng! Aku sempet mikir sih, ini uncle tajir banget ya bisa keluar negeri. Mungkin kalau di Singapura itu taraf hidup uncle Taxi itu sangat sejahtera kali yaa. Atau mungkin uncle-nya itu sesungguhnya adalah konglomerat yang gabut jadi mending jadi driver taksi.

Sesampainya di Plaza Singapura kita langsung melipir ke Miniso. Dari sebelum berangkat ke SG, aku udah ngebet banget pengen ke sana. Soalnya di Indonesia saat itu cuman ada di Jakarta. Jadi pas sampe di Miniso langsung ambil ini itu soalnya barangnya so kyoood banget. Girls. Sayangnya ternyata Miniso yang kita datengin itu bukan the biggest store di Singapura. Hiks. Jadi barangnya gak terlalu lengkap, padahal dari Indo udah cup-cup ini itu.

Dari Miniso aku dapet satu kalung yang mirip sama H&M punya, jam tangan unch yang murah meriah, satu tumbler kuning kayak anak ayam buat Dina soalnya dia udah baik hati mau pinjemin lensa 50-1,8-nya walau akhirnya gak kebawa soalnya beda mount antara Nikon dan Canon huhu, a travel notebook yang lucuk banget, perfume jasmine scent-nya Miniso yang juara wanginya (dan sekarang udah habis huhu), dan beberapa jastip juga oleh-oleh buat adik-adik di rumah. Segitu doang udah spent more than 100 SGD, untungnya setengahnya itu uang Ayah buat beli oleh-oleh hahaha =))

Seberes ngeborong di Miniso, kita langsung makan siang di food courtnya. Berhubung lagi public holiday, food courtnya penuh banget! Buat duduk aja sampe keliling-keliling. Di food court aku beli Hainan Rice (lagi). Semacam gak bisa move on dari enaknya nasi Hainan langsung dari Singapura. Hahaha.

Kenyang makan di Plaza Singapura kita lanjutin belanja ke Tangs Plaza yang ada di daerah Orchard. Di sana sebenernya cuman mau beli dompet buat ayah, soalnya waktu kemarin cari di VivoCity kita udah kewalahan sehabis main di Universal Studio. Pas udah dapet dompetnya kita pindah ke Wisma Atria yang tinggal nyebrang dari Tangs Plaza. Sayangnya waktu hujan badai gede banget. Jadi buat nyebrangnya kita ngolong ke jalur bawah menuju MRT. Capek banget sih, soalnya kan asalnya tinggal nyebrang eh ini harus jalan ke bawah. Di bawah cuacanya rada anget gitu alias hareudang hahaha. Kita bertiga sempetin buat beli masker wajah yang harganya 10SGD dapet 3. Jadi ceritanya patungan buat belinya hahaha.

Sampe di Wisma Atria, tujuan kita cuman dua. Pertama beli Garret Popcorn dan duduk istirahat di Starbucks. Karena kita bertiga udah punya pesenan masing-masing buat Garret ini, kebanyang kan tiap orang bawa sebanyak apa plastik Garretnya? Bahkan Teh Aul harus bayar pakai cc buat Garret-nya karena dia kehabisan cash. Selamat menunggak di Indonesia ya, Ul.. hehehe.

Once, karena ini adalah public holiday, buat dapetin seat di Starbucks itu susah banget! Penuh banget sampai orang rela duduk di sofa bareng strangers asal bisa duduk. Aku sih ogah. Jadi niat buat istirahat di Starbucks harus kita urung. Endingnya kita bertiga istirahat di foodcourt lautan manusia lagi, saking pengen duduk sama minum.

Karena nggak mungkin banget buat ke Merlion bawa gembolan belanja yang banyak banget, akhirnya kita mutusin buat balik lagi ke hostel dan akan berangkat lagi sehabis magrib. Karena disana jam 5 atau 6-an sore masih terang benderang.

Sampai di hostel, kita kelaperan! Jalan lagi laaah kita ke jalan sebelah Haji Lane, yang namanya susah banget di inget. Semacam daerah orang India or Pakistan. Pas kita kesana itu, mereka lagi preparation buat acara bazaar gitu. Kita mampir ke 7-11 buat beli fastfood. Bla bla bla, beres makan kita berangkat lagi ke Merlion.

Buat ke Merlion itu kita naik Taxi lagi, berhubung kaki udah mau copot banget. Perjalanan ke Merlion itu bisa dibilang breathtaking trip banget, sepanjang jalan kita lihat gedung-gedung menjulang tinggi dilatarbelakangin sama matahari yang sendu malu-malu buat kembali ke rumah.

IMG_2396

Dan, tourist mode-on! Foto di Merlion itu wajib banget kan tuh, tapi karena saat itu Merlion padat oleh turis lainnya, buat dapet spot foto bagus itu susah banget saudara-saudara 😦

IMG_0371IMG_0383IMG_0393

Sekiranya setelah dapet satu dua foto yang oke kita bertiga ngelanjutin jalan ke Marina Bay Sand yang terletak di seberang Merlion. Iya, seberang. Tapi buuuk, itu jaraknya about 2 kilos loh. Tiap beberapa ratus langkah, pasti berhenti dan nengok ke belakang. Sempet pengen give up karena itu jauh banget, tapi pas lihat Merlion makin kecil di mata, semangat kembali membara! Hahaha.

IMG_2400

Pesenan dari Dina, pengen ditulisin ‘Cepet dapet jodoh yaa, Din..’ HAHAHA

Setelah ngelewatin satu hall gede buat semacam tempat konser itu, kita bertiga sampai di Uncle Ice Cream 1 Dollar! HOREEE! Penasaran banget pengen makan es krim ini langsung di Singapore-nya. Dulu-dulu pernah coba yang di BEC sama TSM sih, yaa cuman gitu aja es krim pakai roti. Hahaha.

2

Buat dapetin es krim seharga sedollar itu aja harus ngantri. Hiks. Pas udah dapet giliran langsung dimakan dan lupa difoto. BAHAHA. Rasanya? Hmmm. Ya es krim. Pake roti. Udah. Hehehe. Habisnya I’m not a big fan of ice cream sih.. Jadi yaaa gituuu. Hahaha. Karena Umma Ama masih batuk, yang makan es-nya cuman aku sama Teh Aul sambil mengintari Helix Bridge yang kala itu lampunya satu demi satu lagi dinyalain.

 

Dan.. Marina Bay Sand pun di depan mata! HORE. Terus mau ngapain nih, di sini? Berhubung aku ga belajar, jadi aku clueless tentang kegiatan di Marina ini. Kata Teh Aul dan Umma Ama, kita bakal lita firework show gitu. But.. kita harus menelan kekecewaan karena ternyata firework show itu udah disband dari beberapa minggu lalu. Apalah artinya jalan 2 kilo tadiiii? Oh my..

1.jpg

Jadi, hari ketiga di Singapore kita tutup dengan duduk manja di pinggir pantai sambil ngeliatin city light (pengennya firework huhuhu).. Hari ketiga ini juga ngebuktiin kalau aku lebih kuat dari yang aku bayangin sebelumnya. Jalan 2 kilo hari itu bisa buat bekel jalan berkilo-kilo di trip tahun depan! Semangat jalan, Vit! Hahaha.

 

Leave a comment

Filed under Diary

The November Alive

Harusnya post ini ditunaikan sebelum November berakhir sih, cuman karena akhir-akhir ini aku selalu tidur di sekitar jam 8 maleman jadi gak sempet buat buka komputer dan ngetik ini.

Novita..

Ibu selalu bilang, kalau aku ini anak ajaib. Aku bisa sampai sekarang ini banyak banget yang harus aku syukurin. Ketika Ibu lagi mengandung aku, beliau sempat mengalami kecelakaan di jalan tol bareng tante dan Teh Aul yang umurnya masih kecil banget. Mobil terguling beberapa kali sampai akhirnya kembali ke posisi semula. Tapi hebatnya Ibu yang lagi hamil besar bisa keluar dari kaca mobil yang kecil banget. Kalau dipikir-pikir itu tuh semacam gak mungkin banget. Teh Aul juga baik-baik aja gak ada luka, sedangkan Tante aku kena geger otak.

Setelah kecelakaan itu, Ibu langsung periksa ke dokter dan beliau memastikan kalau kandungan Ibu baik-baik aja. Sebenernya due date ngelahirinnya itu adalah bulan Oktober. But, di bulan kesembilan itu aku gak ada tanda-tanda mau keluar sampai diinduksi pun gak mau keluar. Berjalan ke bulan sepuluh, tiba-tiba Ibu gak bisa ngerasain kehadiran aku di dalam sana, dan dokter udah menyatakan gak ada denyut nadi yang harusnya aku pancarkan di sonar USG. Tapi Ibu minta untuk menunggu beberapa hari, mungkin aja keajaiban aku tiba-tiba ‘ada’ lagi.

Miracles did happen. Aku hidup lagi! Gak lama setelah itu akhirnya aku yang bandel ini lahir di bumi tanpa menangis. Oke, ini rada horror juga kalau diceritain. Dokter harus pukul aku beberapa kali sampai aku nangis kejer biar katup jantung aku menguap. Yes, you did a great work Dok. Aku nangis. Mungkin ini biang keladinya aku sampai sekarang cengeng banget. Hahaha.

Semua orang khawatir dengan si bayi nan bandel yang gak nangis dan mantan korban kecelakaan tol ini. Akhirnya dilakukan pemeriksaan ini itu buat make sure si Sebelas November ini baik-baik aja.

Well, I’m good.

Novita stands for November and Vita. Dalam bahasa latin, Vita itu artinya hidup. Jadi aku ini adalah November yang hidup. Mengingat rangkaian kejadian buat aku sampai nafas sampai hari ini. Apalagi kejadian lima tahun kemudian setelah lahir, aku harus di rawat berbulan-bulan di NICU. Aku emang anak ajaib. Fixed.

Distianni stands for my parents best friend’s name. Aku ini anak semua orang. Anak Papa Nug, Mama Ati, Papa Dani, Mama Santi. Mereka saat itu sedang berjuang juga untuk punya anak, waktu Teh Aul lahir mereka sempet minta untuk diangkat anak. Ayah sama Ibu becandain kalau anak kedua boleh buat mereka(jeng jeng jeng!). Dan ketika aku lahir mereka langsung nagih, karena gak mungkin buat dikasihin si anak ini, akhirnya Ibu masukin nama-nama mereka di nama tengah aku. Such a sweet reason, Bu. Berkat nama ini, aku selalu inget kalau aku disayang oleh banyak orang.

Latenia stands for lahir dari Tedi dan Riny, ini anaknya! Untuk nama belakang ini, sungguh sangat lucu. Ketika aku sekolah, selalu ajaaaa semua guru mempertanyakan nama belakang yang rada abstrak ini. Kebanyakan guru ngira kalau aku ini semacam anak bule. But, sorry to say.. saya Sunda asli Pak, Bu walau gak bisa bahasa Sunda.

-o0o-

11 November 2017

Yesh, I’m twenty something. I’m in the right age to called as Aunty. Hiks.

Tahun ini, sebenernya aku pengen nonton dan ngopi sendiri. Tapi berkat Titi dan Ipeh, aku akhirnya gak ngelakuin hal itu di hari ulang tahun aku. Hahaha. Kita janjian buat makan di BEC.

IMG_5718IMG_5717FullSizeRender

Makasih banyak yaa Titi dan Ipeh yang selalu ada di ulang tahun aku. Tahun kemarin nyempetin main ke rumah, and now ngajakin main. Makasih kalian yang masih mau temenan sama aku yang sengklek ini. Cuman kalian yang bisa nyamain level sengklek aku soalnya. Woof you! Muah!

IMG_5646

Besoknya ketemu Dina di Lula buat curhatin ini itu, karena kalau gak ketemu gak afdol curhatnya. Seneng banget bisa ketemu Dina si anak sibuk ini haha.

14 November kemarin, aku kedatengan Mumun di studio. Padahal dari tanggal 11 kemarin dia gak ngucapin ulang tahun sama sekali. Tapi aku gak keki sih, soalnya yaudah sihhh namanya juga cuman ulang tahun. Anak ini ngeline aku cuman mau nanya alamat studio dimana, soalnya temen dia mau tanya-tanya soal prewed. Aku kasih aja alamatnya tanpa mikir macem-macem, soalnya yang aku tahu Mumun lagi di Tasik. Eh pas beres makan siang, balik ke studio udah ada mobil dia parkir di depan studio.

FullSizeRender

Ya ampun, Mun! Kamu itu yang paling bisa bikin yang kayak gini deh. Aku kan jadi sebel hahaha. Beberapa tahun lalu kamu juga dateng ke kosan pakai gak ada suara, tiba-tiba nyanyi. Terus pas 2014, kamu ngajakin aku makan di luar eh ternyata kamu udah janjian sama anak un-harkosh lainnya.

Thank you so much, Mun! Udah, aku gak bisa berkata-kata. Love you pokoknya!

Processed with VSCO with f2 presetIMG_5700 2IMG_5694 2

Telimikicih Teh Aul buat kado ulang tahunnya. Hehehe.. Maafin punya adik yang banyak mau kayak aku yaa hehe. Kiss kiss!

IMG_5821

Punya kalian di hidup aku, sekali lagi ngingetin aku kalau aku disayang dan dicintai. Aku ngerasa lengkap berkat kalian. Cie. Makasih juga buat temen-temen lain yang ngucapin di line, whatsapp, instagram dan telepon. Aku ngartis banget gak, sih? MUAHAHAHA. Makasih juga yang udah sempet-sempetin ngucapin tengah malem. Muah!

Tahun ini, ak bikin janji ke diri aku sendiri untuk no hard feeling tentang apapun. Aku harus bawa semuanya santai. Aku harus lebih menikmati hidup. Gak usah pusing mikirin jodoh (gak ding, ini pasti terus dipikirin) yang belum ketemu. Gak usah kesel sama orang yang jahatin aku. A year older, a wiser me. Aamiin! PUAH!

Leave a comment

Filed under Diary

T.S. : Labrinth – Jealous

I’m jealous of the rain
That falls upon your skin
It’s closer than my hands have been..

It’s hard for me to say, I’m jealous of the way
You’re happy without me..

 

Leave a comment

Filed under Today's Song